Apa Itu Tanam Paksa

Halo Sobat Zenius, di kesempatan kali ini gue akan menggosipkan sistem tanam momentum. Gue ajak elo cari tahu mulai mulai sejak rataan belakang, tujuan, teknis pelaksanaan, lokasi, macam tanaman yang wajib ditanam, hingga dampak dari sistem ini.

Oh iya, kalo elo ingin ditemani
audio
pas lagi baca, silahkan
play
video di bawah ini:

Bicara akan halnya sistem tanam paksa ini kita akan menjelajahi era pendudukan Belanda puas periode 1830-an. Perian detik rakyat dipaksa hidup di dasar bayang-bayang kebijakan “Cultuurstelsel” atau yang biasa disebut sebagai tanam paksa.

Garis haluan ini melanglang sepanjang 40 musim lamanya sebelum akhirnya dihentikan selepas mendapatkan beraneka rupa kritikan berkepanjangan bermula para pejuang nasib baik manusiawi. Weh, memangnya sebagai halnya apa ya statuta tanam paksa setakat menyita perhatian para pengelola dan tokoh lainnya? Langsung saja kita selami bersama sesudah
poll
yang suatu ini.

Loading ... Loading …

Apakah tanam pejaka itu?

Kupas Tuntas Sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel 17
Sistem tanam pejaka (Dok. Wikimedia Commons)

Secara teori, Tanam Paksa yaitu sebuah kebijakan nan diterapkan maka itu Pemerintahan Kolonial Belanda di mana rakyat Hindia Belanda harus menyerahkan seperlima hasil tanaman ekspor mereka sejak tahun 1830.

Mungkin sekilas seperlima hasil pertanian terdengar memungkinkan cak bagi dipenuhi, namun kenyataannya rakyat lalu menderita karena pada implementasinya peraturan ini tinggal menyimpang dan menjatah dampak buruk terhadap ekonomi dan kesejahteraan sosial rakyat Indonesia saat itu. Mekanisme pelaksanaan sistem ini akan dibahas lebih lanjut kelak. Sekarang kita cari tahu dulu silakan, mungkin sih nan n kepunyaan ide buat bikin sistem tanam paksa?

Siapakah yang menerapkan tanam pejaka?

Kalo ngebicarain tokoh yang berperan besar dalam implementasi sistem ini, tentu saja kita harus singgung pentolan sistem tanam paksa atau cultuurstelsel adalah
Gubernur Johannes van den Bosch. Kalo elo penasaran, ini nih fotonya.

Foto Jenderal Johannes van den Bosch
Gubernur Johannes van den Bosch (1780-1844) (Dok. Wikimedia Common)

Johannes van den Bosch yaitu basyar berkebangsaan Belanda nan menjabat sebagai Gubernur-Jenderal Hindia Belanda nan ke-43 lega tahun 1830-1834.

Sistem tanam periang ini udah nggak asing lagi ya, tapi elo tau nggak nih alasan sistem ini bermain? Eitss sebelum lanjut cari tahu, download yuk tuntutan Zenius. Elo bisa nonton langsung video sparing di mana aja dan kapan aja. Nikmati juga akses lainnya secara gratis. Yuk klik di sumber akar ini!

Parasan birit sistem tanam paksa

Oke, sekarang elo udah tau kelihatannya pelaku di perot strategi ini. Sangat untuk segala dong pemberlakuan sistem serupa ini?

“Cak kenapa pemerintahan hindia belanda melaksanakan tanam periang?”

Bikin mengarifi tujuan pemerintah kolonial belanda melaksanakan sistem tanam momentum, elo harus luang habis kondisi finansial pemerintah Belanda saat itu. Kalo kita ngintip ke perian-masa sebelum pemberlakuan sistem ini, kondisi kas pemerintah Belanda itu sedang bakir di ujung tanduk alias mau bangkrut. Cak kenapa bisa gitu?

Lambang VOC
Lambang VOC (Dok: Hans Nissen (CC BY-NC-SA))

Singkatnya sih bilang dekade sebelumnya, Belanda terus menerus merasakan kesuntukan dana entah karena korupsi ataupun perang. Sebelumnya mungkin elo udah sangkutan dengar kalo VOC, salah suatu kompeni yang dulunya kebanggaan Belanda, harus dibubarkan karena pegawainya pada korup banget dan menggunakan dana yang terkumpul untuk kehidupan mewah dan berfoya-foya. Apalagi,  VOC meninggalkan utang sebesar 136,7 juta gulden ketika dibubarkan pada 31 Desember 1799.

Selain masalah kompeni, Kerajaan Belanda juga harus menghadapi hutang yang mereka dapatkan setelah bergelut. Contohnya berpangkal Perang Napoleon, Perang Belgia, dan Perang Diponegoro. Dari Perang Diponegoro, Belanda diperkirakan harus mengkhususkan dana sebesar 25 juta gulden. Sedangkan pecah kekalahan Perang Napoleon, Belanda harus menukar seluruh pengeluaran perang kedua pihak. Gimana nggak bengkak utangnya?

Karena itulah Johannes van den Bosch diangkat menjadi gubernur jenderal dengan tujuan boleh mengolah koloni Belanda agar menghasilkan pundi-pundi uang lelah bakal menyelimuti utang tersebut dan memuati kas Belanda.


Bagaimana tanam pejaka dilaksanakan?

Tanam Paksa di Jawa - Rakyat Indonesia Bekerja Sortir Hasil Panen
Pelaksanaan Tanam Paksa (Galangan. Negatief.)

Seperti yang tadi gue udah jelaskan sistem tanam periang dilaksanakan dengan cara mewajibkan orang tani untuk membelantarakan seperlima tanahnya dengan pohon tertentu. Hanya pada pelaksanaannya bahkan bertambah merugikan rakyat.

Bikin mencerna teknis pelaksanaan sistem tanam paksa, kita bisa lihat beberapa ketatanegaraan yang tertuang di dalam Lembaran Negara (Staatsblad) tahun 1834 no. 22. Biar lebih gampang membandingkan kebijakan secara teori dan praktiknya, kita jadikan diagram namun ya sama dengan ini.

Kebijakan Terjadwal Praktik Nyata
Penduduk (petani) diwajibkan bikin menyediakan 20% lahan pertanian ditanami pokok kayu ekspor yang sudah ditentukan pemerintah Hindia Belanda. Petak yang terpakai bagi tumbuhan penyelenggara komoditi ekspor jauh di atas 20%. Kalo ada kelebihan penuaian pun nggak dibalikin ke petambak. Gara-gara ini pekebun kaprikornus nggak dapat mengebumikan pohon lokal untuk kebutuhan pangan mereka seorang.
Lahan pertanian nan digunakan buat tanam paksa bukan dikenakan pajak. Sudah diminta hasil tanamannya, para petani pun ternyata tetap harus bayar pajak.
Nilai jual hasil persawahan petani diatur dan ditentukan oleh pihak Belanda. Harga jual tanaman dimonopoli sehingga nilainya cacat dan rakyat sekali lagi miskin.
Bila pekebun mengalami gagal panen maka pemerintah hindia belanda akan bertanggung jawab. Pekebun seorang yang barang bawaan jawab.
Para pembajak nan menggarap petak pertanaman tanam momentum makmur di pengawasan penguasa pribumi. Para wedana dan penasihat desa yang bertugas melihat pelaksanaan Tanam Momentum justru ikut korup demi keuntungan, cape deh.
Penduduk nan bukan berkarya bagaikan peladang, wajib bekerja di pertanaman dan pabrik yang dimiliki pihak Belanda selama 66 hari intern setahun. Nyatanya mereka nan tidak punya tanah harus berkreasi lebih dari 66 hari, malar-malar ada nan mengatakan setahun penuh.

Wah gimana perasaan elo ngeliat praktik nyata dari garis haluan tertulisnya? Bayangin elo harus kerja keras, tapi sekeras apapun elo kerja, elo nggak akan sejahtera. Sederas apapun keringat elo ngucur ngurusin tanaman ekspor kolonialis, tetap aja nggak ada persil dan periode makin buat menguburkan tanaman domestik nan bisa dimakan sebagai peranakan gerendel. Rasa lelah, terbang semangat, dan lapar bercampur menjadi satu.

Baca Juga :  Baju Gamis Warna Kulit Bawang

Gimana dari jihat Belanda? Kerajaan Belanda akhirnya boleh bernapas lega setelah meraup keuntungan yang diperkirakan hingga ke keuntungan 967 juta gulden dan bisa melunasi utang-tunggakan mereka.

Gembong
“Cultuurstelsel”,
 Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pun diberi penghargaan oleh Kerajaan Belanda.

Di mana tanam paksa dilaksanakan?

Sebenarnya awalnya sistem tanam paksa dilaksanakan di sebagian jawa oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch. Semata-mata seiring berjalannya waktu, tanam paksa kembali diimplementasikan di area tidak nan juga memiliki tanah yang subur. Terka-taksir inilah paparan persebaran area tanam paksa di Nusantara.

Daerah Area Tanam Paksa Cultuurstelsel Jawa
Daerah perladangan Cultuutstelsel (Dok: SS Sparing

Di Pulau Jawa, daerah tanam paksa membentangi Cirebon, Pekalongan, Tegal, Semarang Jepara, Surabaya, dan Pasuruan. Sedangkan di Sumatera provinsi tanam paksa meliputi Sumatera Barat, Minahasa, Minangkabau, Lampung, Palembang, Ambon, dan Banda.

Barang apa jenis tumbuhan nan menjadi fokus sistem tanam pejaka?

Apa sih tanaman ekspor alias yang wajib di tanam di sistem tanam paksa ini? Tanaman yang wajib ditanam pada masa sistem tanam paksa adalah inskripsi, teh, rempah-rempah dan masih banyak lainnya.

Tentunya jenis pohon yang ditanam plong masa tanam paksa ya tanaman yang laku dijual di Eropa karena memang maksud utamanya bakal mengekspor hasil pertanian. Oleh karena itu, keberagaman tanaman yang menjadi fokus sistem tanam paksa adalah manuskrip, tebu, teh, indigo (disebut juga tarum/nila), dan juga rempah-rempah (pala, cengkih, dan cabai)

Tanaman-tanaman tersebut adalah yang memang ialah komoditi primadona anak adam Eropa. Nah, karena jenis tanaman nan ditanam sudah ditentukan dan memakan sebagian samudra lahan dan tahun, khalayak Indonesia momen itu kesulitan mengebumikan tumbuhan domestik sebagaimana padi maupun jagung bagi korban pangan.

Baca Juga :  Makalah Keterampilan Dasar Mengajar


Dampak tanam paksa terhadap Indonesia

Diterapkannya sistem penghutanan secara pejaka tentu menyerahkan berbagai dampak terhadap di Indonesia. Malah, terdapat dampak-dampak yang boleh jadi mempengaruhi keadaan Indonesia sekarang. Sangka-kira segala apa saja ya dampak tanam paksa terhadap spirit rakyat Indonesia detik itu?

  • Indonesia kaprikornus kenal setimbang tanaman yang laku diperdagangkan secara internasional, atau dengan perkenalan awal lain jadi n kepunyaan komoditas ekspor yang kayun seperti kopi, teh, tarum, dan lain sebagainya.
  • Tenaga buruh menjadi murah dan masyarakat pedesaan mengenal sistem permodalan sehingga terjadi perlintasan arketipe transaksi dari pola transaksi tradisional ke arah ekspansi ekonomi moneter.
  • Rakyat Indonesia kelaparan karena tidak bisa menguburkan padi atau milu untuk dimakan. Mangsa nasib pun tidak dapat dihindari.
  • Rakyat Indonesia harus mengalami kemelaratan karena harga diatur oleh pihak Belanda. Mereka juga masih harus membayar pajak.
  • Infrastruktur Indonesia dibangun demi memperlancar distribusi hasil tanam paksa. Contohnya keretek, perkembangan raya, pelabuhan, dan

    jalan kereta api kereta api
    dikembangkan untuk mengangkut hasil tanam paksa. Untuk bacaan lebih lanjur, coba deh cek

    sejarah kereta api di Indonesia
    .
  • Penerapan sistem nan lain manusiawi ini mendapatkan banyak kritik dari pejuang Indonesia serta organisator HAM di Belanda. Sreg kesudahannya sistem ini dihentikan pada tahun 1970. Untuk “melawan budi” terhadap rakyat Hindia Belanda (Indonesia), Belanda menerapkan sistem Strategi Balas Fiil atau yang juga dikenal sebagai

    Politik Etis
    .


Penghabisan

Bagaimana Sobat Zenius, apakah elo ada pertanyaan sekeliling topik kita kali ini? Sistem tanam momentum ini memang menyengsarakan rakyat Indonesia pada masanya ya. Untuk lebih jelasnya lagi elo dapat akses videonya dengan klik banner di bawah ya!

Belajar sejarah di video materi Zenius
Marilah, lanjut belajar!

Jangan sahaja belajar berusul video gratisnya aja dong. Elo bakal tambah kebantu banget dalam berlatih kalau elo beli sampul belajar Zenius Aktiva Sekolah. Materi-materi sekolah bisa elo pelajari lewat live class, video belajar premium, latihan soal hingga tryout testing sekolah. Yuk, cek info lengkapnya dengan klik banner di bawah ini!

Kupas Tuntas Sistem Tanam Paksa atau Cultuurstelsel 18
langganan waktu ini!

Mungkin elo punya ide untuk kata sandang selanjutnya? Jika elo punya pertanyaan maupun pernyataan, jangan ragu buat komen di kolom komentar, oke? Sampai sini dulu kata sandang kali ini dan hingga jumpa di artikel selanjutnya, ciao!

Pustaka:

Anggrani, Agnes Dian. (2006).


Pelaksanaan Sistem Tanam Paksa di Jawa pada tahun 1830-1870

. Diakses puas 24 September 2021 di laman https://repository.usd.ac.id/27131/2/004314015_Full%5b1%5d.pdf

Britannica.(n.d.).


Culture System: Indonesian History

. Diakses plong 24 September 2021 pada laman https://www.britannica.com/event/Culture-System

Kompas. (2021).


Di Manakah Tanam Paksa Dilaksanakan?

. Diakses pada 23 September 2021 pada laman https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/02/130955769/di-manakah-tanam-paksa-dilaksanakan?page=all

Laras, Naufal Shidqi. (2021).


Sistem Tanam Paksa : Praktik dan Dampaknya

. Diakses pada 23 September 2021 pada laman https://www.researchgate.net/publication/350060701_Sistem_Tanam_Paksa_Praktik_dan_Dampaknya

Republika. (2016).


Seabrek Bukti Kelaliman Belanda: Westerling, Tanam Momentum, Hingga Kerja Kerah

. Diakses plong 24 September 2021 pada laman https://www.republika.co.id/berita/oga0ms282/seabrek-bukti-kelaliman-belanda-westerling-tanam-periang-sampai-kerja-kerja paksa-part1

Wikipedia. 2021(updated).


Vereenigde Oostindische Compagnie


. Diakses pada 23 September semenjak laman https://id.wikipedia.org/wiki/Vereenigde_Oostindische_Compagnie

Zulkarnain. (2011).


DAMPAK PENERAPAN SISTEM TANAM PAKSA Bagi MASYARAKAT

. Diakses lega 27 September 2021 pada laman download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=1543480&val=477&title=DAMPAK%20PENERAPAN%20SISTEM%20TANAM%20PAKSA%20BAGI%20MASYARAKAT

Originally published:
September 30, 2021


Updated by:
Silvia Dwi

Apa Itu Tanam Paksa

Source: https://www.zenius.net/blog/sistem-tanam-paksa