Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Rekayasa Reproduksi Adalah

tugaz.co – Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Rekayasa Reproduksi Adalah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia objektif

Rekayasa genetika, juga disebut
modifikasi genetika, adalah manipulasi sekalian gen satu organisme memperalat bioteknologi. Hal ini merupakan satu set teknologi yang digunakan untuk menyangkal pertalian genetik dari sel, termasuk transfer gen-gen nan berpunya dan melewati perenggan-batas varietas kerjakan menghasilkan organisme yang meningkat. DNA baru diperoleh dengan mengisolasi dan menyalin materi genetik dari induk menggunakan metode DNA rekombinan atau sintesa DNA bikinan. Sebuah vektor umumnya diciptakan dan digunakan cak bagi menyempilkan DNA ini ke organisme inang. Molekul DNA rekombinan pertama dibuat maka itu Paul Berg pada tahun 1972 dengan menggabungkan DNA virus monyet SV40 dengan virus lambda.[1]
Selain mengegolkan gen, proses ini bisa digunakan untuk menyetip gen. DNA baru dapat dimasukkan secara acak, alias ditargetkan ke adegan tertentu dari genom.

Suatu organisme yang dihasilkan melampaui rekayasa genetika dianggap dimodifikasi secara genetik dan entitas yang dihasilkan disebut genetically modified organism (GMO).[2]
Organisme transgenik pertama merupakan kuman nan dihasilkan maka dari itu Herbert Boyer dan Stanley Cohen lega tahun 1973. Rudolf Jaenisch menciptakan hewan transgenik pertama ketika engkau menjaringkan DNA luar n domestik tikus pada tahun 1974. Firma permulaan yang berpusat pada rekayasa genetika, Genentech, didirikan pada musim 1976 dan mulai memproduksi zat putih telur manusia. Insulin manusia mula-mula berpangkal rekayasa genetika diproduksi plong tahun 1978 dan bakteri yang menghasilkan insulin dikomersialisasikan lega tahun 1982. Makanan yang dimodifikasi secara genetik telah dijual sejak hari 1994, dengan munculnya tomat dari Flavr Savr. Flavr Savr direkayasa untuk memiliki umur simpan lebih lama, tapi pohon transgenik sekarang dimodifikasi paling banyak bikin meningkatkan ketahanan terhadap serangga dan herbisida. GloFish, hewan transgenik pertama, dijual di Amerika Serikat lega bulan Desember 2003. Pada tahun 2016, sudah ada salmon nan sudah lalu dimodifikasi dengan hormon pertumbuhan.

Rekayasa genetika telah banyak diaplikasikan dalam berbagai rataan, termasuk penelitian, perunding-obatan, bioteknologi industri dan pertanian.

Munculnya tanaman rekayasa genetika nan dikomersialisasi telah menyerahkan kelebihan ekonomi kepada para petambak di berbagai negara, tetapi kembali menjadi sumber kontroversi. Hal ini sudah muncul sejak awal kehadirannya, ladang percobaan uji pertamanya dihancurkan oleh aktivis anti-transgenik. Meskipun terserah konsensus ilmiah yang menyatakan bahwa makanan nan berbunga dari tanaman transgenik tak menimbulkan risiko yang lebih raksasa lakukan kesegaran manusia tinimbang makanan resmi, keamanan pangan transgenik tetap menjadi buku kritikan. Rotasi gen, dampak pada organisme non-alamat, kontrol suplai nafkah dan eigendom-hak kekayaan intelektual juga menjadi perdebatan. Adanya masalah ini mengakibatkan munculnya pengembangan kerangka qanun, yang dimulai puas musim 1975. Perjanjian internasionalnya juga telah disepakati pada masa 2000 adalah Protokol Cartagena tentang Keamanan Hayati. Saban negara telah meluaskan sendiri sistem kanun tentang transgenik, ditandai perbedaan yang terjadi antara Amerika Persekutuan dagang dan Eropa.

Ikhtisar

[sunting
|
sunting sumber]

Nisbah pengembangbiakan tanaman normal dan modifikasi genetika transgenik dan kisgenik.

Konspirasi genetika yakni suatu proses yang mengubah perkariban genetik dari satu organisme dengan menghapus atau mengegolkan DNA. Tidak sebagai halnya pengembangbiakan sato dan pemuliaan tumbuhan secara tradisional, yang melibatkan beberapa persilangan dan kemudian organisme terpilih dengan fenotip tertentu, rekayasa genetika cekut gen secara langsung berpunca satu organisme dan menjaringkan ke organisme lain. Proses ini jauh kian cepat, bisa digunakan bikin menyelipkan gen-gen dari organisme apapun (bahkan organisme semenjak berbagai domain) dan mencegah agar gen yang lain diinginkan tidak masuk ditambahkan.[3]

Rekayasa genetika berpotensi merevisi kelainan genetik puas manusia dengan menggilir gen nan rusak dengan gen nan baik.[4]
Proses ini menjadi sebuah gawai nan penting dalam studi yang memungkinkan fungsi khusus satu gen menjadi bahan penelitian.[5]
Tanaman transgenik nan telah dikembangkan saat ini mendukung ketahanan pangan dengan meningkatkan hasil, nilai gizi dan ketahanan terhadap tekanan lingkungan.[6]

DNA dapat dimasukkan secara berbarengan ke organisme inang atau ke internal sel nan kemudian menyatu atau dihibridisasi dengan inang.[7]
Proses ini bergantung pada teknik DNA rekombinan lakukan menciptakan menjadikan kombinasi bau kencur dari materi genetik nan dapat diwariskan diikuti maka itu pengikatan dari materi baik secara enggak spontan melalui sistem vektor atau langsung melintasi mikro-injeksi, makro-injeksi ataupun mikro-enkapsulasi.[8]

Rekayasa genetika biasanya enggak mencakup rezeki tradisional, fertilisasi in vitro, induksi poliploida, mutagenesis dan teknik sel fusi yang lain memperalat rekombinan asam nukleat alias organisme yang dimodifikasi secara genetik kerumahtanggaan prosesnya. Hanya, beberapa definisi luas dari rekayasa genetika mencengap pembiakan membedabedakan. Pendalaman kloning dan lembaga pemasyarakatan emak, sungguhpun tidak dianggap sebagai rekayasa genetika,[9]
masih terkait erat dan perkomplotan genetika dapat digunakan bersamaan dengan proses ini.[10]
Biologi sintesis yaitu rataan ilmu nan medium berkembang yang membuat rekayasa genetika semakin maju sekali lagi dengan memperkenalkan bahan yang disintesis artifisial ke dalam satu organisme.[11]

Baca Juga :  Cara Aktifkan Paket Internet Telkomsel Di Arab Saudi

Tumbuhan, hewan alias mikro organisme yang telah diubah melalui kolusi genetik yang disebut organisme hasil persekongkolan genetika.[12]
Jika materi genetik dari jenis lain yang ditambahkan ke inang, organisme yang dihasilkan disebut transgenik. Jika materi genetik dari jenis nan sama ataupun spesies yang dapat berkembang biak secara alami dengan inang maka organisme yang dihasilkan disebut cisgenesis.[13]
Jika kolusi genetika digunakan buat mengeluarkan materi genetik bermula target maka organisme yang dihasilkan disebut organisme knockout.[14]
Di Eropa modifikasi genetika identik dengan kolusi genetika, sedangkan di Amerika Perseroan dan Kanada modifikasi genetika juga digunakan untuk merujuk ke metode pengembangbiakan konvensional.[15]
[16]
[17]

Album

[sunting
|
sunting sumber]

Manusia mutakadim memungkirkan genom tipe insan hidup lainnya sejauh ribuan tahun melampaui pembiakan selektif, atau seleksi artifisial[18]

:1

[19]

:1

berkebalikan dengan seleksi alam. Baru-baru ini, pembiakan mutasi telah menggunakan bayangan objek kimia alias radiasi cak bagi menghasilkan mutasi acak dengan kekerapan tinggi, untuk tujuan pembiakan pilih-pilih. Kolusi genetika sebagai manipulasi bersama-sama DNA oleh anak adam di luar pembiakan dan mutasi semata-mata ada sejak 1970-an. Istilah “rekayasa genetika” mula-mula kali diciptakan oleh Jack Williamson dalam novel fiksi ilmiahnya
Dragon’s Island, yang diterbitkan lega 1951
[20]
– suatu tahun sebelum peran DNA intern faktor keturunan dikonfirmasi maka dari itu Alfred Hershey dan Martha Chase,
[21]
dan dua hari sebelumnya James Watson dan Francis Crick menunjukkan bahwa elemen DNA memiliki struktur heliks ganda – lamun konsep umum penggelapan genetika langsung sudah lalu dieksplorasi intern bentuk yang belum model n domestik narasi fiksi ilmiah Stanley G. Weinbaum masa 1936,
Proteus Island.[22]
[23]

Pada 1972, Paul Berg menciptakan zarah DNA rekombinan pertama dengan menggabungkan DNA dari virus monyet SV40 dengan virus lambda.[24]
Plong 1973, Herbert Boyer dan Stanley Cohen menciptakan organisme transgenik pertama dengan memasukkan gen resistensi antibiotik ke internal plasmid
kuman Escherichia onani.[25]
[26]
Setahun kemudian Rudolf Jaenisch menciptakan tikus transgenik dengan memasukkan DNA luar ke dalam fetus, menjadikannya satwa transgenik permulaan di dunia.[27]
Prestasi ini menyebabkan kepanikan di peguyuban ilmiah akan halnya risiko potensial berbunga rekayasa genetika, yang pertama kali dibahas secara mendalam di Konferensi Asilomar plong 1975. Pelecok satu rekomendasi utama dari pertemuan ini yakni bahwa penapisan pemerintah terhadap penelitian DNA rekombinan harus ditetapkan hingga teknologinya dianggap tenang dan tenteram.[28]
[29]

Lega 1976, Genentech, firma kolusi genetika pertama, didirikan oleh Herbert Boyer dan Robert Swanson dan setahun kemudian perusahaan itu menghasilkan protein manusia (somatostatin) di
E.coli. Genentech mereklamekan produksi insulin anak adam rekayasa genetika pada 1978.[30]
Sreg 1980, Mahkamah Agung AS sreg kasus
Diamond v.
Chakrabarty
memutuskan bahwa hayat yang diubah secara genetis dapat dipatenkan.[31]
Insulin yang diproduksi makanya bakteri disetujui untuk dirilis oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 1982.[32]

Pada 1983, sebuah perusahaan bioteknologi, Advanced Genetic Sciences (AGS) mengajukan permohonan otorisasi pemerintah AS untuk mengamalkan tes tanah lapang dengan alur minus-es
Pseudomonas syringae
bagi melindungi tanaman dari cerah beku, tetapi gerombolan lingkungan dan pengunjuk rasa menunda uji lapangan selama catur tahun dengan tantangan hukum.[33]
Pada 1987, jenis minus-es
P. syringae
menjadi organisme yang dimodifikasi secara genetik (GMO) pertama nan dilepaskan ke lingkungan
[34]
ketika ladang stroberi dan ladang ubi belanda di California disemprotkan dengannya.[35]
Kedua bidang uji diserang maka dari itu kelompok aktivis lega malam sebelum tes terjadi: “Situs uji coba pertama di dunia menarik perusak lapangan pertama di dunia”.[34]

Percobaan lapangan mula-mula tanaman konspirasi genetika dilakukan di Perancis dan AS pada 1986, tanaman tembakau direkayasa seyogiannya resistan terhadap herbisida.[36]
Republik Rakyat Tiongkok yakni negara pertama yang mengkomersilkan tumbuhan transgenik, membudayakan tembakau nan resistan terhadap virus sreg 1992.[37]
Pada 1994, Calgene memperoleh persetujuan lakukan secara komersial membebaskan kandungan yang dimodifikasi secara genetik purwa, Flavr Savr, tomat yang direkayasa untuk memiliki semangat simpan yang lebih lama.[38]
Plong 1994, Uni Eropa menyetujui sugi direkayasa semoga resistan terhadap herbisida bromoxynil, menjadikannya tanaman rekayasa genetika pertama yang dikomersialkan di Eropa.[39]
Puas 1995, Kentang bt disetujui dan dianggap aman makanya Badan Perlindungan Lingkungan, setelah disetujui oleh FDA, menjadikannya pokok kayu penggarap pestisida pertama nan disetujui di AS.[40]
Pada 2009, 11 tanaman transgenik ditanam secara komersial di 25 negara, yang terbesar beralaskan luas yang ditumbuhkan adalah AS, Brasil, Argentina, India, Kanada, Cina, Paraguay, dan Afrika Kidul.[41]

Plong 2010, para ilmuwan di J. Craig Venter Institute menciptakan genom sintetis pertama dan memasukkannya ke dalam rumah tahanan patogen kosong. Kuman nan dihasilkan, bernama Mycoplasma laboratorium, dapat mereplikasi dan menghasilkan zat putih telur.[42]
[43]
Catur tahun kemudian penciptaan ini dikembangkan selangkah lebih modern ketika patogen dikembangkan yang mereplikasi plasmid nan mengandung pasangan basa distingtif, menciptakan organisme permulaan nan direkayasa untuk menggunakan alfabet genetik yang diperluas.[44]
[45]

Baca Juga :  Punya Hp Vivo Y51 Begini Cara Maksimalkan Kameranya Agar Hasilnya Wow

Pada 2012, Jennifer Doudna dan Emmanuelle Charpentier berkolaborasi untuk mengembangkan sistem CRISPR/Cas9,[46]
[47]
teknik yang dapat digunakan bakal dengan mudah dan idiosinkratis mengubah genom berpunca damping semua organisme.[48]

Penggunaan praktis

[sunting
|
sunting perigi]

Pemujaan tanaman

[sunting
|
sunting sumber]

Persekongkolan genetika digunakan cak bagi menghasilkan benih pohon nan resistan terhadap ki aib. Sreg genom tanaman disisipkan gen nan memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu. Penerapan rekayasa genetika lega tanaman dilakukan pron bila pemberian perlakuan dan pencucian benih.[49]
Bioteknologi pangan juga menggunakan rekaya genetika kerjakan melakukan deifikasi tanaman alas melintasi teknologi gen dan kajian genom. Penerapan rekayasa genetika dilakukan pada pokok kayu-pokok kayu yang memiliki daun lebar dan patera jarum, begitu juga poplar, betula, cemara dan eukaliptus. Pengujian deifikasi tanaman hutan dilakukan di makmal, rumah gelas, dan di hutan. Pemuliaan pokok kayu hutan melintasi rekayasa genetika dilakukan buat mengubah sifat berusul lignin, selulosa bagi menanggulangi hama penyakit, fertilitas,dan toleransi terhadap ancaman abiotik. Selain itu, intern bioenergi, pemuliaan pokok kayu hutan digunakan untuk maksud komersial.[50]

Pustaka

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^


    Rao, V. S. (2014-12-19).
    Transgenic Herbicide Resistance in Plants
    (dalam bahasa Inggris). CRC Press. hlm. 150. ISBN 978-1-4665-8738-0.





  2. ^


    Piguet, P.; Poindron, P. (2012-08-28).
    Genetically Modified Organisms and Genetic Engineering in Research and Therapy
    (dalam bahasa Inggris). Karger Medical and Scientific Publishers. hlm. 1. ISBN 978-3-8055-9066-2.





  3. ^


    “How does GM differ from conventional plant breeding?”.
    royalsociety.org
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2017-11-14
    .





  4. ^


    Erwin, Edward; Gendin, Sidney; Kleiman, Lowell (2015-12-22).
    Ethical Issues in Scientific Research: An Anthology
    (dalam bahasa Inggris). Routledge. hlm. 338. ISBN 9781134817740.





  5. ^


    Alexander, D. R. (2003-05-01). “Uses and abuses of genetic engineering”.
    Postgraduate Medical Journal
    (dalam bahasa Inggris).
    79
    (931): 249–251. doi:10.1136/pmj.79.931.249. ISSN 0032-5473. PMID 12782769.





  6. ^


    Qaim, Matin; Kouser, Shahzad (2013-06-05). “Genetically Modified Crops and Food Security”.
    PLoS ONE.
    8
    (6). doi:10.1371/journal.pone.0064879. ISSN 1932-6203. PMC3674000alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 23755155.





  7. ^


    The European Parliament and the council of the European Union (12 March 2001). “Directive on the release of genetically modified organisms (GMOs) Directive 2001/18/EC ANNEX I A”. Official Journal of the European Communities: 17. Diarsipkan dari versi kudus rontok 2017-07-23. Diakses rontok
    2018-02-27
    .





  8. ^

    Staff Economic Impacts of Genetically Modified Crops on the Agri-Food Sector; P. 42 Glossary – Term and Definitions Diarsipkan 14 May 2013 di Wayback Machine. The European Commission Directorate-General for Agriculture, “Genetic engineering: The manipulation of an organism’s genetic endowment by introducing or eliminating specific genes through modern molecular biology techniques. A broad definition of genetic engineering also includes selective breeding and other means of artificial selection.”, Retrieved 5 November 2012

  9. ^


    Van Eenennaam, Alison. “Is Livestock Cloning Another Form of Genetic Engineering?”
    (PDF). agbiotech. Diarsipkan dari versi nirmala
    (PDF)
    terlepas 11 May 2011.





  10. ^


    Suter, David M.; Dubois-Dauphin, Michel; Krause, Karl-Heinz (2006). “Genetic engineering of embryonic stem cells”
    (PDF).
    Swiss Med Wkly.
    136
    (27–28): 413–415. PMID 16897894. Diarsipkan mulai sejak versi zakiah
    (PDF)
    sungkap 7 July 2011.





  11. ^


    Andrianantoandro, Ernesto; Basu, Subhayu; Kariga, David K.; Weiss, Ron (16 May 2006). “Synthetic biology: new engineering rules for an emerging discipline”.
    Molecular Systems Biology.
    2
    (2006.0028): 2006.0028. doi:10.1038/msb4100073. PMC1681505alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 16738572.





  12. ^


    “What is genetic modification (GM)?”. CSIRO.




  13. ^


    Jacobsen, E.; Schouten, H. J. (2008). “Cisgenesis, a New Tool for Traditional Plant Breeding, Should be Exempted from the Regulation on Genetically Modified Organisms in a Step by Step Approach”.
    Potato Research.
    51: 75–88. doi:10.1007/s11540-008-9097-y.





  14. ^


    Capecchi, Mario R. (2001). “Generating mice with targeted mutations”.
    Nature Medicine.
    7
    (10): 1086–90. doi:10.1038/nm1001-1086. PMID 11590420.





  15. ^

    Staff Biotechnology – Glossary of Agricultural Biotechnology Terms Diarsipkan 30 August 2014 di Wayback Machine. United States Department of Agriculture, “Genetic modification: The production of heritable improvements in plants or animals for specific uses, via either genetic engineering or other more traditional methods. Some countries other than the United States use this term to refer specifically to genetic engineering.”, Retrieved 5 November 2012

  16. ^


    Maryanski, James H. (19 October 1999). “Genetically Engineered Foods”. Center for Food Safety and Applied Nutrition at the Food and Drug Administration.




  17. ^

    Staff (28 November 2005) Health Canada – The Regulation of Genetically Modified Food Diarsipkan 2017-06-10 di Wayback Machine. Glossary definition of Genetically Modified: “An organism, such as a plant, animal or bacterium, is considered genetically modified if its genetic material has been altered through any method, including conventional breeding. A ‘GMO’ is a genetically modified organism.”, Retrieved 5 November 2012

  18. ^


    Root C (2007).
    Domestication. Greenwood Publishing Groups.





  19. ^


    Zohary D, Hopf M, Weiss E (2012).
    Domestication of Plants in the Old World: The origin and spread of plants in the old world. Oxford University Press.





  20. ^


    Stableford BM (2004).
    Historical dictionary of science fiction literature. hlm. 133. ISBN 978-0-8108-4938-9.





  21. ^


    Hershey AD, Chase M (May 1952). “Independent functions of viral protein and nucleic acid in growth of bacteriophage”.
    The Journal of General Physiology.
    36
    (1): 39–56. doi:10.1085/jgp.36.1.39. PMC2147348alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 12981234.





  22. ^







  23. ^


    Shiv Kant Prasad, Ajay Dash (2008).
    Beradab Concepts in Nanotechnology, Debit 5. Discovery Publishing House. ISBN 978-81-8356-296-6.





  24. ^


    Jackson DA, Symons RH, Berg P (October 1972). “Biochemical method for inserting new genetic information into DNA of Simian Virus 40: circular SV40 DNA molecules containing lambda phage genes and the galactose operon of Escherichia onani”.
    Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.
    69
    (10): 2904–9. Bibcode:1972PNAS…69.2904J. doi:10.1073/pnas.69.10.2904. PMC389671alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 4342968.





  25. ^


    Arnold, Paul (2009). “History of Genetics: Genetic Engineering Timeline”.




  26. ^


    Gutschi S, Hermann W, Stenzl W, Tscheliessnigg KH (1 May 1973). “[Displacement of electrodes in pacemaker patients (author’s transl)]”.
    Zentralblatt für Chirurgie.
    104
    (2): 100–4. Bibcode:1973PNAS…70.1293C. doi:10.1073/pnas.70.5.1293. PMC433482alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 4576014.





  27. ^


    Jaenisch R, Mintz B (April 1974). “Simian virus 40 DNA sequences in DNA of healthy adult mice derived from preimplantation blastocysts injected with viral DNA”.
    Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.
    71
    (4): 1250–4. doi:10.1073/pnas.71.4.1250. PMC388203alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 4364530.





  28. ^


    Berg P, Baltimore D, Brenner S, Roblin RO, Singer MF (June 1975). “Summary statement of the Asilomar conference on recombinant DNA molecules”.
    Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.
    72
    (6): 1981–4. Bibcode:1975PNAS…72.1981B. doi:10.1073/pnas.72.6.1981. PMC432675alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 806076.





  29. ^


    “NIH Guidelines for research involving recombinant DNA molecules”.
    Office of Biotechnology Activities. U.S. Department of Health and Human Services. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 September 2012.





  30. ^


    Goeddel DV, Kleid DG, Bolivar F, Heyneker HL, Yansura DG, Crea R, Hirose T, Kraszewski A, Itakura K, Riggs AD (January 1979). “Expression in Escherichia coli of chemically synthesized genes for human insulin”.
    Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America.
    76
    (1): 106–10. Bibcode:1979PNAS…76..106G. doi:10.1073/pnas.76.1.106. PMC382885alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 85300.





  31. ^


    US Supreme Court Cases from Justia & Oyez (16 June 1980). “Diamond V Chakrabarty”.
    447
    (303). Supreme.justia.com. Diakses tanggal
    17 July
    2010
    .





  32. ^


    “Artificial Genes”.
    TIME. 15 November 1982. Diarsipkan dari versi masif rontok 2013-05-21. Diakses sungkap
    17 July
    2010
    .





  33. ^


    Bratspies, Rebecca (2007). “Some Thoughts on the American Approach to Regulating Genetically Modified Organisms”.
    Kansas Journal of Law & Public Policy.
    16
    (3): 101–31. SSRN1017832alt=Dapat diakses gratis
    .




  34. ^


    a




    b



    BBC News 14 June 2002 GM crops: A bitter harvest?

  35. ^

    Thomas H. Maugh II for the Cak dol Angeles Times. 9 June 1987. Altered Bacterium Does Its Job : Frost Failed to Damage Sprayed Test Crop, Company Says

  36. ^


    James, Clive (1996). “Global Review of the Field Eksamen and Commercialization of Transgenic Plants: 1986 to 1995”
    (PDF). The International Service for the Acquisition of Agri-biotech Applications. Diakses tanggal
    17 July
    2010
    .





  37. ^


    James, Clive (1997). “Global Status of Transgenic Crops in 1997”
    (PDF).
    ISAAA Briefs No. 5.: 31.





  38. ^


    Bruening G, Lyons JM (2000). “The case of the FLAVR SAVR tomato”.
    California Agriculture.
    54
    (4): 6–7. doi:10.3733/ca.v054n04p6.





  39. ^


    MacKenzie.
    New Scientist.





  40. ^

    Genetically Altered Potato Ok’d For Crops Lawrence Journal-World – 6 May 1995

  41. ^

    Global Martabat of Commercialized Biotech/GM Crops: 2009 ISAAA Brief 41-2009, 23 February 2010. Retrieved 10 August 2010

  42. ^


    Pennisi E (May 2010). “Genomics. Synthetic genome brings new life to bacterium”.
    Science.
    328
    (5981): 958–9. doi:10.1126/science.328.5981.958. PMID 20488994.





  43. ^


    Gibson DG, Glass JI, Lartigue C, Noskov VN, Chuang RY, Algire MA, et al. (July 2010). “Creation of a bacterial cell controlled by a chemically synthesized genome”.
    Science.
    329
    (5987): 52–6. Bibcode:2010Sci…329…52G. doi:10.1126/science.1190719. PMID 20488990.





  44. ^


    Malyshev DA, Dhami K, Lavergne Falak, Chen T, Penyeru N, Foster JM, Corrêa IR, Romesberg FE (May 2014). “A semi-synthetic organism with an expanded genetic alphabet”.
    Nature.
    509
    (7500): 385–8. Bibcode:2014Natur.509..385M. doi:10.1038/nature13314. PMC4058825alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 24805238.





  45. ^


    Thyer R, Ellefson J (May 2014). “Synthetic biology: New letters for life’s alphabet”.
    Nature.
    509
    (7500): 291–2. Bibcode:2014Natur.509..291T. doi:10.1038/nature13335. PMID 24805244.





  46. ^


    Pollack, Andrew (2015-05-11). “Jennifer Doudna, a Pioneer Who Helped Simplify Genome Editing”.
    The New York Times
    . Diakses tanggal
    2017-11-15
    .





  47. ^


    Jinek M, Chylinski K, Fonfara I, Hauer M, Doudna JA, Charpentier E (August 2012). “A programmable dual-RNA-guided DNA endonuclease in adaptive bacterial immunity”.
    Science.
    337
    (6096): 816–21. Bibcode:2012Sci…337..816J. doi:10.1126/science.1225829. PMC6286148alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 22745249.





  48. ^


    Ledford H (March 2016). “CRISPR: gene editing is just the beginning”.
    Nature.
    531
    (7593): 156–9. Bibcode:2016Natur.531..156L. doi:10.1038/531156a. PMID 26961639.





  49. ^


    Muslim, Ahmad (2019).
    Pengendalian Hayati Mikroba Pohon dengan Mikroorganisme Jodoh
    (PDF). Palembang: UPT. Penerbit dan Percetakan Universitas Sriwijaya. hlm. 142. ISBN 978-979-587-796-7.





  50. ^


    Nirsatmanto, A., dan Nurtjahjaningsih, ILG.
    Status Penelitian Pemuliaan Tanaman Hutan di Balai Besar Studi Bioteknologi dan Deifikasi Tumbuhan Hutan
    (PDF). Sleman: Balai Lautan Penelitian Bioteknologi dan Ikram Tanaman Pangan. hlm. 87. ISBN 978-979-3666-14-3.






Baca Juga :  Collab Band Together

Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Rekayasa Reproduksi Adalah

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasa_genetika