Burung Dara Tercepat Di Indonesia

Burung Dara Tercepat Di Indonesia

Sekitar 100 m menjelang finish, Putra Madura menyentakkan sayap tinggal merayap turun dan terbang menyerempet lahan. Kampanye burung merpati balap itu membuatnya unggul 1 m di depan lawan. Ekor Polos saingannya menyedang mengejar.

Namun, sprinter kepunyaan Kholil memacu kepantasan. “Hap”, burung merpati balap itu hinggap tepat di pelukan Kamil, sang joki. Naas bakal Ekor Putih, selain primitif kembali gagal ditangkap dengan ideal oleh Luken.

Spontan sorak-sorai nan riuh tekor terdengar semenjak pendukung merpati juaradi temaram magrib. Segera sekadar, Paul dan Kholil pemilik kontol merpati balap dan timnya dari Lumajang, menyerbu sang joki. Mereka berjabat tangan, berpalun-palun, dan meloncatloncat. Kesukaan kian memuncak saat diserahkan beker bergilir Anniversary Cup.

Burung merpati balap tercepat

Itulah penebus kehampaan mereka setelah gagal meraih pemenang plong 2 mungkin lomba sebelumnya. Menurut Kholik, dari 9 burung merpati balap yang disertakan, sahaja Putra Madura yang berprestasi maksimal.

Di hari keladak itu. Putra Madura memang bertarung impresif. Setiap tampin dikalahkan dengan telak. Umpama di babak ke-5 atau 38 osean ia menyisihkan Inul berusul Semarang. Di babak ke-6, ia membedakan Putra Dangdut terbit Bandung pula secara telak.

Eigendom kembali berpihak kepada zakar berusia 2 tahun itu di episode ke-7 alias 11 besar. Kamu menang undian sehingga lolos ke taruk final tanpa bertanding. Ia menantang Suluh. Burung merpati balap berbunga Yogyakarta itu pun dikalahkan dengan mutlak oleh sang juara. kontes burung merpati balap tercepat

Kegagalan membawa berkah

Di periode pertama Putra Madura gagal saat bertarung pada jarak 500 m. Kamu kembali jadi pecundang sreg adu 1.000 m lega hari kedua, meski banyak dijagokan penonton.

Baca Juga :  Rumus Membaca Kitab Kuning

Lomba periode ke-2 itu diikuti 576 merpati yang dibagi atas 36 grup semenjak A hingga ZI. Kekalahan ini bagi Putra Madura adalah kegagalan mengulang sukses di Jember tahun tinggal. Waktu itu ia jago 1 dari perian pertama hingga ke-3.

Bernasib baik Putra Madura punya kesempatan berlomba di kelas utama butuh dara balap lega hari ketiga yang diikuti 509 peserta. Lomba itu lebih keras, karena .pertarungan berlangsung satu oponen suatu sangat sistim gugur. Untuk mencapai putaran akhir, finalis harus bertanding hingga 9 kelihatannya sepanjang 1.200 m.

Di kelas utama itu, terdapat 2 juara dan 3 runner up grup lomba titit dara balap hari kedua yang menapak hingga babak ke-7. Mereka ialah Bajing Ireng juara grup B dan Micoli juara grup V. Sedangkan Bintang Jakarta.

Milenium, dan Klenik, masing masing runner up grup B, C, dan f. Putra Madura langsung tancap gas puas hari ke-3. Lawan-lawannya hingga perempat final dilibas dengan telak. Ia baru menemukan lawan tangguh momen memasuki babak semifinal. Di telaga suka-suka Ekor Putih. Obor, dan Top Speed. Semata-mata, dengan tenaga prima sira luncur mulus sampai babak akhir menyamai Ekor Putih.

Putra Madura bisa menyimpan tenaga lantaran plong hari pertama dan kedua tak hingga turut babak akhir. Lawannya, ekor tahir merpati ternakan Makita BF, sebetulnya cukup bagus, tapi kalah pengalaman.

Santoso Wirya, pemiliknya, memang bertambah menjagokan Insaghi dan Cut Bray ketimbang Ekor Ceria untuk bertarung sreg lomba utama mereka makin berpengalaman. Apalagi keduanya mampu membuktikan keperkasaan dengan menyabet juara plong kelas C dan E. Sayang, kedua andalan itu saja bertahan hingga babak ke-5.

Banjir pemadat

Gelanggang adu burung amoi balap di Alun-alun Laguna, Surabaya Paksina itu dibanjiri pemadat. Sekitar 204 hobiis mengajuk kontes yang disebut-sebut terbesar itu. Mereka menclok dari Medan, DKI, Jawa Barat (Bandung, Tasikmalaya, Cirebon), Jawa Tengah (Semarang, Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Purwokerto, Magelang), dan Jawa Timur (Ngawi, Madiun, Kediri, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Gresik, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan Bangkalan), Bali, dan Makassar.

Baca Juga :  Cara Membuat Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam Dengan Excel

Tak jebah “Inilah tanding merpati balap yang ditunggu-tunggu petatar,” kata Iwan Sutandio, Sekretaris Persatuan Peminat Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Pengda Jatim. Hadiah yang disediakan pula mencapai Rp40-miliun. Selama ini jumlah peserta paling banyak 400 ekor dengan jumlah hadiah Rp23-juta.

Zakar dara balap semenjak berbagai wilayah turut berpartisipasi. Misalnya Petir Muda (Bandung), Bobo Ho dan Hantu andalan Akas (Probolinggo), Anak Yatim milik Pelaku utama Herlambang (Surabaya), serta Virus dan Escudo kebanggaan H Rizky. Semata-mata, mereka gagal tampil sebagai yang terbaik. “Pelir memang sedemikian itu, kadang tampil cemerlang, kadang tampil buruk,” tutur Iwan dari Makita BF.

Sayangnya, Leonard dari Bandung yang mengarak perolehan poin 172 angka sepanjang musim, tidak merosot berlomba. Menurut Ching Sen, andalannya semenjana rontok bulu. Sebagai gantinya, ia menurunkan Waga-waga, Pesat, dan Leonard Junior.

Intensi Ching Sen tertumpu puas Waga-waga karena pernah merebut pemenang I junior nasional. Semata-mata sayang, insan Marlon yang mumbung kinerja itu gagal mengemban tugas.

Yang justru berprestasi bagus Leonard Junior yang baru berumur 9 bulan. Talenta sprint anak adam tuanya ternyata menitis, sehingga berkecukupan bertengger di peringkat ke-6 dari 509 ekor.

Mereka yang tercepat
Jago Nama merpati Pemilik Asal
1 Putra Madura Paul /Kholik Lumajang
2 Ekor Polos Tim Makita Jakarta
3 Obor Oong Yogyakarta
4 Top Speed Ache Bandung
5 Micoli Cun Cun Bandung
6 Leonard Junior Ching Sen Bandung
7 Okultisme H Arif Surabaya
8 Milenium Trisna Wijaya Jakarta
9 Robin Hood Cholik Surabaya
10 Bajing Ireng Acen Semarang
11 Medali Jakarta Trisna Wijaya Jakarta

Siswa Merata

Beberapa peserta lain pun membawa burung merpati balap berusia remaja minim pengalaman. Misal Suyitno, tuan Kelana Bird Farm di Bandung. Ia menyertakan 5 ekor pelir dara balap pertalian keluarga berpangkal Embara, peraih rangking permulaan plong 1997.

Baca Juga :  Tanaman Sagu Menyimpan Produk Pangannya Di Bagian

Hasilnya cukup menggembirakan. Di antaranya Gelang dan Cris Cros tampil andai juara pada hari purwa. Sreg hari kedua, Cris Cros kembali juara bersama Embara dan Bintang fajar.

Sedangkan H Rizky, yang menurunkan 13 pelir merpati balap meletakkan Virus pada posisi ke-16 di adu terdahulu dan runer up grup K. Andalan lain, Arjuna, menjuarai inferior N, dan Bintang Jakarta juara ke-2 di Perang Medali.

Absensi juara-jago senior menciptakan menjadikan persaingan menjadi ketat karena terjadi pemerataan kekuatan. Buktinya tak satu pun daerah atau bird farm mendominasi.

Pada adu tahun ke-II siswa berusul Jawa Barat dan Jawa Timur sendirisendiri merebut 15 pecah 36 kelas nan dipertandingkan. Sisanya direbut makanya DKI dan Jateng, masing-masing meraih 3 gelar.

Persaingan adu burung perawan balap masih berlanjut pada adu utama di periode terakhir. Setakat babak ke-6 nan diikuti 11 merpati, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI mengedrop masing-masing 3 peserta.

Sedangkan Yogyakarta dan Semarang mengedrop 1 wakil. Di adegan 8 besar, Jawa Timur terlampau diwakili Putra Madura dan Klenik. Landang hasilnya Jawa Timur yang ulung silam Putra Madura. (Syah Angkasa)

Burung Dara Tercepat Di Indonesia

Source: https://www.anton-nb.com/burung-merpati-balap-putra-madura.html