Pengertian Catur Marga Yoga

Pengertian Catur Marga Yoga

Pengertian Empat Marga Yoga

Empat Marga yoga
– Catur berjasa empat, Marga berarti perkembangan/mandu ataupun gerakan dan Yoga berpunca dari urat alas kata Yuj artinya mengeluh diri. Makara catur marga yoga adalah catur jalan atau cara umat Hindu untuk menumpu ke jalan Sang pencipta Yang Maha Esa/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Catur Marga atau Catur Yoga adalah empat jalan ataupun cara umat Hindu buat menghormati dan mendekatkan diri lega Tuhan Nan Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Catur Marga diajarkan dalam wacana asli Bhagavad Gita, terutama sreg trayodhyaya akan halnya karma yoga/marga yaitu sebagai satu sistem yang berisi ilham yang membedakan antara wahyu subha karma (perbuatan baik) dengan ajaran asubha karma (perbuatan yang enggak baik) yang dibedakan menjadi perbuatan lain mengamalkan (akarma) dan wikarma (kelakuan nan keliru).

Dalam Bhagavad Gita, 7:21 disebutkan.
”Yo-yo yàý- yàý tanuý bhaktaá

úraddhayàrcitum icchati, tasya tasyà calàý

úraddàý tàm eva vidadhàmy aham”

Artinya: “Seperti apa pun bentuk kepercayaan seorang panembah (walau, ia semenjana berburu kenikmatan sekular dan memuja para batara atau manfaat-maslahat pan-ji-panji) – sekiranya ia tegar dalam keyakinannya, maka Ku-kukuhkan keyakinannya itu.”

Tujuan Catur Marga Yoga

Keempat jalan dalam Catur Marga Yoga ini n kepunyaan tujuan yang sama, yaitu untuk mengarah keutuhan intern penyatuan jiwatman dan Paramatman.

  • – Jnana Yoga diperuntukkan bikin manusia nan langgeng mendalami ilmu warta.
  • – Bhakti Yoga bagi mereka yang kuat dalam cinta-hadiah.
  • – Karma Yoga bagi mereka yang abadi kerumahtanggaan kerja.
  • – Ratu Yoga bagi mereka yang lestari dalam pelajaran psikologis.
Baca Juga :  Cara Edit Video Sony Vegas Pro 13
Catur marga yoga - puja Shanti

Putaran – babak Empat Marga Yoga

‌Karma Marga Yoga
‌Bhakti Marga Yoga
‌Jnana Marga Yoga
‌Raja Marga Yoga

Karma yoga

Karma Yoga yaitu sistem nan berisi ajaran yang membedakan antara wahi Subha Karma (perbuatan baik) dengan ilham Asubha Karma (ragam yang tidak baik). Karma memiliki dua makna yaitu karma terkait ritual atau yajna dan karma dalam arti tingkah perbuatan.

Bhagavadgita 3.5 menamakan;

“Na hi kascit ksanam api
Jatu tisthati akarma-krt,
Karyate hy avasah karma,
Sarvah prakrti-jair gunaih”

Artinya: “Bukan seorang pun bisa hidup tanpa berbuat sesuatu. Setiap anak adam senantiasa terdorong cak bagi berbuat sesuai sifat dan kodrat alaminya.”

Bhagavadgita 3.8 menegaskan lagi sebagai berikut:

“Niyatam kuru karma tvam
Karma jyayo hyakarmanah
Sarira-yatrapi ca te na
Prasidhyed akarmanah

Artinya: “Sebab itu, berkaryalah sesuai dengan tugas–kewajibanmu, sebab berkarya yaitu lebih baik tinimbang tidak bekerja. Bahkan kau tidak dapat membudidayakan dan mempertahankan tubuh ini tanpa bekerja”.

Karma Marga ialah mandu/ajaran bikin mencecah moksa dengan jalan ditekankan pada pengabdian yang berwujud kerja sonder pamrih bakal kelebihan diri sendiri.

Bhakti Yoga

Bhakti Yoga yaitu menyembah Allah dalam wujud yang mujarad dan menyembah Tuhan dalam wujud yang kasatmata (Arca/pelinggih/pratima).

Pada umumnya ada dua bentuk bhakti sekadar mempunyai kualitas serta tujuan yang sekelas adalah;

  • Aparabhakti – Apara bhakti dilaksanakan oleh bhakta nan tingkat inteligensi dan pemahaman rohaninya lega tingkat rendah/sedang. Aparabhakti, yaitu pengultusan ataupun penyembahan dan kebaktian dengan berjenis-jenis permohonan dalam keterbatasan pengetahuan tentang hakekat bhakti.
  • Parabhakti – Para bhakti dilaksanakan oleh bhakta yang tingkat inteligensi dan kesadaran rohaninya lebih janjang. Parabhakti adalah bhakti aktual penyerahan diri yang setulusnya. Penyerahan diri kepada- Nya n domestik tingkat kerohanian yang lebih pangkat.

Baca Juga :  Bros Dari Kain Flanel Terbaru

Kitab-kitab suci telah menetapkan 9 kronologi bhakti, adalah :

  • – Mendengarkan kisah-kisahan Tuhan (shravanam)

  • – Menyanyikan kemuliaan Halikuljabbar (kirtanam)

  • – Mengingat Label-Tera Tuhan ( Vishnusmaranam)

  • – Melayani kaki Halikuljabbar yang suci (padasevanam)

  • – Pengultusan (archanam)

  • – Sembah sujud (vandanam)

  • – Pengabdian (dasyam)

  • – Persahabatan (sneham)

  • – Serah / penyerahan diri kepada Sang pencipta sepenuhnya (atmanivedanam)

Jnana Yoga

Jnana yoga artinya merundingkan jiwatman dengan paramatman yang dicapai dengan kronologi mempelajari dan mengamalkan mantra pemberitaan baik science maupun spiritual, sebagai halnya hakekat kebenaran tentang Brahman, Atman. Dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan yang sejati akan mampu membebaskan diri bersumber ikatan-ikatan keduniawian.

Terserah tiga hal yang terdahulu internal ajaran ini yaitu; kebulatan pikiran, pembatasan pada kehidupan sendiri dan keadaan jiwa yang sederajat ataupun tenang.

Ada tujuh tahapan bermula Jñana ataupun makrifat, yaitu;

  • 1. Aspirasi puas legalitas (subhecha)

  • 2. Pencarian filosofis (vicarana)

  • 3. Eufemisme perasaan (tanumanasi)

  • 4. Pencapaian binar (sattwatti)

  • 5. Separasi batin (asamsakti)

  • 6. Penglihatan spiritual (padarthabhawana)

  • 7. Kedaulatan tertinggi (turiya).

Raja Yoga

Raja yoga – ialah suatu jalan rohani untuk mencapai perlop maupun

moksa. Melampaui yamtuan marga yoga seseorang akan lebih cepat mencapai moksa, namun tantangan nan dihadapinya pun lebih berat, seseorang nan sampai ke moksa dengan jalan ini diwajibkan mempunyai seorang temperatur rohaniah yang teladan bikin dapat menuntun dirinya ke arah tersebut.

Mata air: Praptini, dkk. 2004. Siasat Pelajaran Agama Hindu, paramita

Download artikel Selengkapnya: Implementasi Ramalan Catur Marga Yoga n domestik Kehidupan Masyarakat Hindu Oleh : Evie



Pengertian Catur Marga Yoga

Source: https://pujashanti.web.id/opini/catur-marga-yoga/