Sebuah Seruling Yang Memiliki Kolom Udara Terbuka Pada Kedua Ujungnya Memiliki Nada Atas Kedua Dengan Frekuensi 1 700 Hz Jika Kecepatan Suara Di Udara 340 M S Panjang Seruling Adalah

Sebuah Seruling Yang Memiliki Kolom Udara Terbuka Pada Kedua Ujungnya Memiliki Nada Atas Kedua Dengan Frekuensi 1 700 Hz Jika Kecepatan Suara Di Udara 340 M S Panjang Seruling Adalah

Pembahasan soal SBMPTN bidang study fisika adapun gelombang listrik bunyi ini meliputi bilang subtopik dalam ki gelombang elektronik bunyi yaitu pola gelombang elektronik sreg senar, contoh gelombang pada honcoe organa, tabung resonansi, gelombang elektronik bunyi, keseriusan gelombang elektronik, taraf intensitas, interferensi, pelayangan bunyi, sekuritas Doppler, frekuensi bunyi, cepat rambat bunyi, dan energi bunyi. Dari sejumlah tanya yang pernah keluar n domestik pertanyaan SBMPTN bidang study fisika, model soal akan halnya gelombang bunyi yang selalu keluar antara lain menganalisis konseptual gelombang pada pipa organa terbuka, menentuan janjang gelombang bunyi, intervensi paling, intrusi konstruktif, dan intensitas maksimum, menentukan besar frekuensi mata air bunyi, menganalisis pernah antara kekerapan sendang dengan frekuensi yang didengar mustami bersendikan jarak dan arah gerak, menentukan jumlah mesin jika taraf intensitas diketahui, dan menentukan panjang pipa organa kalau frekuensi nada atas kedua dan cepat rambat bunyi diketahui.

Pertanyaan 1

Gudu-gudu organa terbuka nan panjangnya 25 cm menghasilkan kekerapan nada bawah sebagai halnya frekuensi nan dihasilkan makanya dawai yang panjangnya 150 cm. Jika cepat rambat obstulen di gegana 340 m/s dan cepat rambat gelombang transversal pada dawai 510 m/s maka kawat tersebut menghasilkan ….
A. Musik asal
B. Irama atas pertama
C. Irama atas kedua
D. Nada atas ketiga
E. Nada atas keempat

Pembahasan :

Pipa organa ternganga

Dik : v = 340 m/s, l = 25 cm = 0,25 m

Frekuensi nada dasar :

⇒ fo = 680 Hz

Benang kuningan
Dik : V = 510 m/s, l = 150 cm = 1,5 m

Frekuensi lega benang kuningan

⇒ fn = 170 (n + 1) Hz

Pada pertanyaan dikatakana bahwa kekerapan nada dasar pipa sama dengan frekuensi benang kuningan, maka:
⇒ fn = fo
⇒ 170(n + 1) = 680
⇒ 170 ufuk + 170 = 680
⇒ 170 lengkung langit = 680 – 170
⇒ 170 n = 510
⇒ cakrawala = 3

Bintang sartan, nada yang dihasilkan oleh dawai adalah irama atas ketiga.

Jawaban : D

Soal 2

Gelombang bunyi bersumber sendang S
1

dan S
2

menimbulkan simpangan di P laksana berikut:
y
1

= A cos (k r
1

– ωt)
y
2

= A cos (k r
2


ωt)

dengan laju bunyi 350 m/s, frekuensi f = 700 Hz, maka …

(1) Panjang gelombang elektronik obstulen 0,5 m

(2) Interferensi konstruktif terjadi bila r1
– r



2

= 1,5 m


(3) Intervensi paling di P terjadi bila r


1

– r



2

= 1,25 m


(4) Intensitas maksimum di P

≈ 2A2

Baca Juga :  Yousician Aplikasi Belajar Gitar Bass Dan Vokal Online


Pembahasan :


Pernyataan (1) – tingkatan gelombang
Dik : v = 350 m/s, f = 700 Hz

Panjang gelombang :

⇒ λ = 0,5 m

Pernyataan (2) – campur tangan konstruktif
Interferensi konstruktif ialah interferensi nan ganti menguatkan. Interferensi terjadi kalau Δr = nλ ; (n = 0, 1, 2, …). Jadi, interferensi konstruktif terjadi jika

r1
– r



2

= 0; 0,5 m; 1,0m; 2,0m; dan seterusnya.





Pernyataan (3) – intervensi minimum

Interferensi minimum terjadi jika :

 dengan n = 0, 1, 2, …




Jadi, interferensi minimum terjadi seandainya:

⇒ Δr = ½λ; 3/2λ; 5/2λ; 7/2λ; …


r1
– r



2

= 0,25 m; 0,75 m; 1,25 m; 1,75 m dan seterusnya.





Pernyataan (4) – kesungguhan maksimum

Ketekunan maksimum di P sebanding dengan:

⇒ I ≈ (2A)2

⇒ I ≈ 4A2

Jadi, opsi yang benar adalah 1, 2 dan 3.

Jawaban : A

Baca juga : Pembahasan SBMPTN Fisika Bintang siarah dan Hukum Keppler.

Soal 3

Sebuah seruling yang memiliki kolom udara terbuka pada kedua ujungnya mempunyai nada atas kedua dengan frekuensi 1700 Hz. Seandainya kecepatan suara di udara adalah 340 m/s, maka panjang seruling menuju …
A. 10 cm
B. 15 cm
C. 20 cm
D. 25 cm
E. 30 cm

Pembahasan :

Dik : n = 3 (nada atas ke-2), f3
= 1700 Hz, v = 340

Kekerapan musik atas kedua:


3400 L = 340 x 3
⇒ 10 L = 3
⇒ L = 0,3 m
⇒ L = 30 cm

Jawaban : E

Pertanyaan 4

Frekuensi bunyi semenjak suatu sumber bunyi oleh seorang mustami akan terdengar …
(1) Bertambah jika perigi dan pendengar bergerak sependapat dengan mustami di depan, dan kelajuan sumber kian besar tinimbang kelajuan mustami.
(2) Kian jika mata air diam dan pendengar mendekati mata air
(3) Berkurang jika mustami diam dan sumber bunyi pergi pendengar
(4) Tetap, jika sumur bunyi dan pendengar bungkam saja semenjana mengalir relatif berorientasi mustami

Pembahasan :

Tanya di atas berhubungan dengan rumus efek Doppler

⇒ fp = v ± vp  fs
v  ∓ vs

Dengan :
fp = frekuensi pendengar
fs = frekuensi sumber
v = cepat rambat bunyi di mega
vp = kelancaran pendengar
vs = kederasan perigi

Kelajuan mustami bernilai substansial takdirnya mendekati sumber dan bernilai negatif jika menjauhi sendang. Kederasan sumber bernilai positif kalau menghindari pendengar dan bernilai merusak jika membidik pendengar.

Pernyataan (1)
Kalau kecepatan sumber makin besar dari kepantasan pendengar, maka mata air akan semakin menuju pendengar sedangkan mustami berputar pergi sumur.

Karena sumber bersirkulasi mendekati pendengar, maka kecepatannya berharga negatif. Darurat pendengar menjauhi sumber maka kecepatannya positf. Karena itu sesuai dengan rumus di atas, maka frekuensi nan terdengar akan lebih besar semenjak kekerapan sumber.

Baca Juga :  Service Center Iphone

Pernyataan (2)
Jika sumber sengap, maka kecepatnnya sama dengan nol. Dengan serupa itu faktor pembagi (penyebut) pada rumus efek Doppler namun cepat rambat bunyi.

Pendengar berputar mendekati sumber berarti kecepatannya bernilai berupa. Karena bernilai positif, faktor pembilang plong rumus akan lebih besar sehingga frekuensi yang terdengar juga lebih besar.

Pernyataan (4)
Karena pernyataan (1) dan (2) benar, maka pernyataan (3) tentu benar. Jadi kita langsung tinjau pernyataan (4). Sekiranya sumber dan pendengar diam tapi semenjana mengalir nisbi membidik mustami, maka frekuensi nan terdengar setia.

Bintang sartan, opsi yang bermartabat adalah 1, 2, 3, dan 4.

Jawaban : E

Baca pun : Pembahasan SBMPTN Fisika Modern dan Radioaktivitas.

Tanya 5

Taraf intensitas bunyi sebuah mesin adalah 60 dB (dengan acuan intensitas ambang pendengaran = 10
-12

W m
-2
). Jika taraf intensitas di dalam ira pabrik nan menggunakan sejumlah mesin itu merupakan 80 dB, maka jumlah mesin yang digunakannya adalah …
A. 200
B. 140
C. 100
D. 20
E. 10

Pembahasan :

Dik TI sebuah mesin = 60 dB, Io = 10
-12

W m
-2

Berdasarkan rumus taraf kebulatan hati:

⇒ 60 = 10 (log I – batang kayu Io)
⇒ 6 = log I – batang kayu Io
⇒ 6 = batang kayu I – log 10
-12


⇒ 6 = batang kayu I + 12
⇒ gelondong I = -6
⇒ gelondong I = log 10
-6


⇒ I = 10
-6

W m
-2

Taraf kebulatan hati bilang mesin:

⇒ 80 = 10 (gelondong In – log Io)
⇒ 8 = log In – gelondong Io
⇒ 8 = log In – batang kayu 10
-12


⇒ 8 = log In + 12
⇒ log In = -4
⇒ gelondong In = log 10
-4


⇒ In = 10
-4

W m
-2

Dengan demikian, jumlah mesin adalah:

⇒ n = 10
2


⇒ n = 100 buah

Jawaban : C

Soal 6

Sebuah mobil ambulans bergerak dengan kelajuan 30 m/s sambil membunyikan sirine yang menghasilkan frekuensi 900 Hz. Perbedaan kekerapan nan terdengar oleh seseorang yang diam dipinggir jalan saat oto ambulan mendekati dan menjauhinya jika cepat rambat bunyi di awan detik itu 340 m/s adalah seputar …
A. 30 Hz
B. 60 Hz
C. 95 Hz
D. 135 Hz
E. 180 Hz

Pembahasan :

Dik : vs = 30 m/s, fs = 900 Hz, v = 340 m/s, vp = 0.

Baca Juga :  Whatsapp Hadirkan Fitur Baru Bisa Hilangkan Pesan Dalam 24 Jam

Ketika mobil mendekati pendengar:

⇒ fp = v + vp  fs
v  – vs
⇒ fp = 340 ± 0  900
340  – 30

⇒ fp = 987 Hz

Ketika mobil menyingkir pendengar:

⇒ fp = v + vp  fs
v  + vs
⇒ fp = 340 + 0  900
340 + 30

⇒ fp = 827 Hz

Perbedaan frekuensi:
⇒ Δfp = 987 – 827
⇒ Δfp = 160 Hz

Opsi jawaban nan paling mendekati adalah 180 Hz. Jadi, perbedaan kekerapan yang terdengar oleh mustami tersebut adalah sekitar 180 Hz.

Jawaban : E

Baca lagi : Pembahasan SBMPTN Fisika Elastisitas dan Gaya Pegas.

Pertanyaan 7

Kedua biji pelir sumber bunyi puas gambar berikut bergetar secara koheren. Kenyaringan didengar di P bila r
1

= r
2
.

Pembahasan Soal SBMPTN Fisika Gelombang Bunyi

Dengan menaikkan secara berantara r
1
, bunyi terlemah didengar saat r
1

– r
2

adalah 20 cm, 60 cm, dan 100 cm. Jika laju rambat bunyi 340 m/s, maka lautan frekuensi sumber bunyi adalah ….
A. 136 Hz
B. 425 Hz
C. 680 Hz
D. 850 Hz
E. 1700 Hz

Pembahasan :

Dik : v = 340 m/s, r
1

– r
2

= 20 cm; 60 cm; 100 cm.

Saat r
1

– r
2

= 20 cm bunyi terdengar paling lemah. Artinya, gelombang berpangkal sumber pertama dan sumur kedua sampai di P berbeda fasa 180udara murni, maka :
⇒ ½λ = 20 cm
⇒ λ = 40 cm
⇒ λ = 0,4 m

Frekuensi perigi bunyi:

⇒ f = 850 Hz.

Jawaban : D

Pertanyaan 8

Frekuensi gelombang listrik nan dihasilkan sebuah sirine naik berbunga kekerapan rendah 100 Hz ke frekuensi tinggi 10.000 Hz puas amplitudo gelombang yang kukuh konsisten. Pertambahan intensitas suara sirine dari frekuensi sedikit ke kekerapan tinggi tersebut menjadi …
A. 1 kalinya
B. 10 kalinya
C. 20 kalinya
D. 100 kalinya
E. 200 kalinya

Pembahasan :

Intensitas bunyi pada satu medium
I = 2 π2
f A2
ρ v

Dengan :
I = ketekunan bunyi
f = frekuensi
A = amplitudo
ρ = massa spesies medium

v = cepat rambat bunyi di madya

Karena bunyi sirine merambat di udara dengan amplitudo taat, maka:
A1
= A2, ρ1
= ρ2
= ρ, dan v1
= v2
= v

Kenaikan intensitas:

I1 = 2 π2
f1
A1
2
ρ1
v1
I2 2 π2
f2
A2
2
ρ2
v2
I1 = 2 π2
f1
A2
ρ v
I2 2 π2
f2
A2
ρ v


I2
= 100 I1

Jawaban : D

Edutafsi.com adalah blog tentang bahan sparing. Gunakan menu alias penelusuran cak bagi menemukan bulan-bulanan belajar nan kepingin dipelajari.

Sebuah Seruling Yang Memiliki Kolom Udara Terbuka Pada Kedua Ujungnya Memiliki Nada Atas Kedua Dengan Frekuensi 1 700 Hz Jika Kecepatan Suara Di Udara 340 M S Panjang Seruling Adalah

Source: https://www.edutafsi.com/2016/05/pembahasan-soal-sbmptn-fisika-gelombang-bunyi.html