Tanduk Rusa Berkembang Biak Dengan Cara

Tanduk Rusa Berkembang Biak Dengan Cara

Terbit Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Paku sumbu badak menjangan
adalah sekawanan tumbuhan paku epifit yang semuanya tergabung privat genus

Platycerium
. Tumbuhan ini punya manifestasi yang khas karena memiliki dua keberagaman ental dengan fungsi dan bentuk yang jelas berbeda, dengan keseleo satu tipe entalnya berceranggah berbentuk seperti tanduk rusa. Tumbuhan pakis yang juga dikenal sebagai
simbar menjangan
ini dapat tumbuh liar di berbagai penjuru daerah tropika dan subtropika Asia, Afrika, dan Australia, dengan satu jenis ditemukan di gunung-gemunung Amerika Kidul.[1]

Pemerian

[sunting
|
sunting sumber]

Platycerium superbum, jenis soliter.

Epifit kudus, dengan rimpang (rhizome) lunak namun liat, berkawanan dan merebak sumir pada batang tanaman atau bebatuan. Rimpang terik dipotong dan bersemi menjangkit pendek, membuat tampilan seperti pasuk.

Akar tunggang tumbuh pada rimpang dan tertuju erat pada permukaan tempatnya menempel.

Ental sangka tebal, tumbuh dari rimpang, duduk. Terwalak dua rancangan ental. Ental perisai yang berlarat-larat menutupi rimpang dan rumpun; dia menyangga daun tahir (trophophyll). Ental sumbu badak tumbuh menjuntai atau tegak, muncul bersumber bintik yang begitu juga ental perisai; beliau berfungsi sebagai
trophophyll
serentak
sporophyll
(patera fertil pembawa spora). Spora dibentuk plong sori yang terdapat di arah bawah patera.

Ental kelasak kebanyakan bercangap ke atas dan bisa “menangkap” sisa-berak patera serta seresah berpangkal tanaman inang sehingga menjadi humus yang terperangkap pada bagian kerumahtanggaan perisai. Dengan demikian, ental ini memiliki fungsi pelindung rimpang dan menyisihkan lingkungan lembap dan hara bagi akar.

Ental nan menjuntai dapat bercabang-cabang mendua dan bisa mencapai panjang satu meter bahkan lebih, tergantung jenisnya.
P. coronarium
dapat memiliki daun fertil nan menjuntai hingga 2,5 m. Spora terwalak plong sporangia yang terlindung makanya sori yang bersemi menggerombol di arah bawah ental fertil, menyebabkan bagian nan berwarna coklat puas patera. Pola dan posisi sori ini menjadi salah satu ciri pembanding jenis-spesies
Platycerium.

Baca Juga :  Huruf Huruf Korea a Sampai Z

Beberapa jenis menciptakan menjadikan dominion rimpang (berceranggah) sehingga memiliki lebih ketimbang satu tutul pertumbuhan, seperti
P. bifurcatum. Jenis-jenis serupa ini bisa diperbanyak secara aseksual dengan meleraikan rimpangnya. Namun demikian, terserah pula yang namun n kepunyaan satu noktah pertumbuhan sehingga soliter. Multiplikasi dengan spora terjadi jika spora bertaruk puas tesmak batang pohon yang lembap. Rang gametofitnya mirip dengan galibnya jenis paku lugu, ialah serupa jantung.

Banyak tipe
Platycerium
yang mampu mengotot pada kondisi kering minus hujan (xeric) dan mempunyai jongkong fotosintesis
Crassulacean Acid Metabolism
(CAM), seperti yang telah dipelajari terhadap
P. veitchii.[2]

Kegunaan

[sunting
|
sunting sumber]

Pohon hias nan legal dipelihara anak adam di pekarangan rumah, ditempel di pohon atau digantungkan untuk memberikan kesan alami puas taman. Beberapa jenisnya menghasilkan anakan yang bisa dipisahkan berpangkal induknya secara hati-hati dan ditempelkan puas tempat lain.

Taksonomi dan keberagaman

[sunting
|
sunting sumber]

Ada hampir 15 setakat 20 keberagaman anggota
Platycerium, tergantung pecah bagaimana memandang satu varietas alias varietas. Berdasarkan penajaman Kreier dan Schneider (2016)[2]
dapat ditunjukkan bahwa
Platycerium
merupakan sepupu taksonomis pecah
Pyrrosia
dan di dalamnya terdapat tiga kerubungan diversifikasi di sumber akar genus, yang nyana bermiripan dengan apa yang sudah disampaikan Joe Hoshizaki (1972) sebelumnya.[3]
Kerumunan ini juga berkaitan dengan pamflet biogeografi. Berikut yaitu daftar spesies menurut kategorisasi terbit Kreier dan Schneider.

Gerombolan Afrika-Amerika

[sunting
|
sunting sumber]

Kelompok yang berasal pecah daratan kuno nan menunggalkan Madagaskar, Afrika, dan Amerika Kidul. Sori terletak plong putaran tengah helai patera tanduk.

  • Platycerium andinum
    Baker (satu-satunya diversifikasi asli Amerika Selatan, tumbuh di Rangkaian gunung Andes)
  • Platycerium alcicorne
    Gaud., ceria Afrika timur dan kepulauan di sekitarnya (Madagaskar dan Kep. Komoro)
  • Platycerium elephantotis
    Schweinf. syn.
    P. angolense, asal Afrika tropis
  • Platycerium ellissii
    Baker
  • Platycerium madagascariensis, asli Madagaskar
  • Platycerium quadridichotomum
  • Platycerium stemaria
    (P.Beav.) Desv.
Baca Juga :  Buah Pada Struktur Tanaman Memiliki Fungsi Untuk

Kerubungan Jawa-Australia

[sunting
|
sunting sumber]

Gerombolan beranggotakan
bifurcatum complex, yang oleh beberapa perekam dianggap sebagai satu varietas. Sori terletak di penggalan ujung helai daun cula.

  • Platycerium bifurcatum
    (Cav.) C.Chr., bermula Malesia hingga Polinesia.
  • Platycerium hillii
    Tepi langit. Moore, terbit Pulau Papua dan Queensland
  • Platycerium veitchii
    (Underw.) C. Chr., dari Queensland
  • Platycerium willinckii
    Falak. Moore, berpokok Jawa dan Sulawesi

Kelompok Malaya-Asia

[sunting
|
sunting sumber]

Kelompok ini terbagi menjadi grup coronarium dan grup grande. Grup coronarium memiliki sori yang berada lega struktur mirip cawan, beranggotakan
P. coronarium
dan
P. ridleyi. Sisanya adalah grup grande, dengan sori berada di cabang sumber akar pertama daun tanduk.

  • Platycerium coronarium
    (J. Koenig ex O. F. Müll.) Desv., berasal Asia Tenggara daratan hingga Sumatra
  • Platycerium ridleyi
    Christ., tumbuh di Kalimantan
  • Platycerium grande
    (A.Cunn.) J.Sm., berpangkal Filipina dan Sulawesi Paksina[4]
  • Platycerium holttumii
    de Jonch. & Hennipman, terbit Indocina
  • Platycerium superbum
    de Jonch. & Hennipman, bersih Queensland
  • Platycerium wallichii
    Hook., berpokok Asia Tenggara daratan dan sekitarnya
  • Platycerium wandae
    Racib., bermula Papua

Galeri

[sunting
|
sunting sumber]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Sandbrink, J. M.; Ham, R.C.H.J. van; Brederode, J. van (1992). “Chloroplast DNA and Morphological Variation in The Fern Genus
    Platycerium
    (Polypodiaceae: Pteridophyta)”
    (PDF).
    Fern Gazette.
    14
    (3): 97–118.




  2. ^


    a




    b




    Kreier, H-P.; Schneider, H. (2006). “Phylogeny and Biogeography of The Staghorn Fern Genus
    Platycerium
    (Polypodiaceae, Polypodiidae)”.
    American Journal of Botany.
    93
    (2): 217–225. doi:10.3732/ajb.93.2.217. ISSN 0002-9122. PMID 21646182.





  3. ^


    Joe Hoshizaki, B. (1972). “Morphology and phylogeny of
    Platycerium
    species”.
    Biotropica.
    4: 93–117.





  4. ^


    Darnaedi, Dedy; Clayton, Lynn (2020). “THE NANTU PLATYCERIUM GRANDE (POLYPODIACEAE), A NEW GENERIC RECORD OF PLATYCERIUM IN SULAWESI, INDONESIA”.
    Reinwardtia.
    19
    (2). doi:10.14203/reinwardtia.v19i2.3860.




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • Galeri
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


    berbunga laman Universitas Tübingen, Jerman
Baca Juga :  Berikut Cara Cek Nomor Xl Axiata Terbaru



Tanduk Rusa Berkembang Biak Dengan Cara

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Paku_tanduk_rusa